PELATIHAN PEMBUATAN TAMPILAN MATERI AJAR PEMBELAJARAN DARING BAGI GURU-GURU SMPK BAPTIS BANDUNG DI MASA PANDEMI COVID-19

Pandemi Covid-19 yang melanda seluruh dunia ini telah memaksa kegiatan belajar mengajar dilakukan secara daring di rumah. Instruksi menteri pendidikan terkait dengan hal ini sudah cukup jelas sehingga baik para siswa dan para guru harus memanfaatkan TIK sebaik-baiknya agar kegiatan belajar mengajar di sekolah tetap terus berjalan sampai pandemic Covid-19 berakhir. Sementara kondisi yang terjadi saat ini menunjukkan hal yang kontras, di mana masih banyak guru-guru belum menguasai teknologi TIK, yang mengakibatkan para siswa kesulitan dalam mendapat dan menangkap materi ajar yang disampaikan dalam kegitan belajar mengajar secara daring pada saat ini. Atas dasar itulah, tim PKM yang terdiri dari dosen program studi Desain Komunikasi Visual yang mempunyai keilmuan berbasis komunikasi visual bersama dengan pihak SMPK Baptis selaku masyarakat sasar dan mitra merumuskan ide untuk memberikan pelatihan kepada guru-guru wawasan dan pengetahuan tentang bagaimana merancang dan membuat materi ajar yang menarik menggunakan aplikasi atau software yang ada dalam membantu kegiatan belajar mengajar secara daring. Kegiatan workshop pelatihan ini dapat membantu salah satu program pendidikan pemerintah kota Bandung untuk mengembangkan kompetensi dan profesionalisme, serta turut mendukung program Kemendikbud dalam menghadapi situasi pandemic Covid-19 ini.

Menurut pakar pendidikan, Drs. M. Dalyono, keadaan sekolah tempat belajar turut mempengaruhi tingkat keberhasilan belajar siswanya. Menurutnya, perkembangan kemampuan siswa dalam menerima pengajaran sangat bergantung pada kualitas guru, metode pengajaran dan kesesuaian kurikulum disamping faktor eksternal lain seperti jumlah murid, jumlah ketersediaan tenaga guru, kelengkapan serta tata tertib sekolah (Dalyono, 1997). Sementara kondisi yang terjadi saat ini menunjukkan hal yang kontras, di mana masih banyak guru-guru belum menguasai teknologi TIK, yang mengakibatkan para siswa kesulitan dalam mendapat dan menangkap materi ajar yang disampaikan dalam kegitan belajar mengajar secara daring pada saat ini.
Berdasarkan usulan dan permintaan dari pihak SMPK Baptis, maka tim PKM mencoba membagikan pada masyarakat sasar dalam hal ini adalah para guru di sana bagaimana membuat materi ajar yang menarik secara visual agar para siswa tetap bisa mengakses materi ajar.

Masalah yang dihadapi oleh masyarakat sasar adalah, masih banyaknya jumlah tenaga pengajar yang masih menggunakan metode konvensional dalam menyampaikan materi ajarnya, sehingga masih ditemukan sejumlah siswa yang merasa bosan dan juga tidak terlalu memperhatikan materi pelajaran terutama di masa belajar di rumah secara daring sebagai akibat pandemic Covid-19. Para siswa yang merupakan generasi Z membutuhkan komunikasi yang cepat ditangkap oleh indera optik mereka dalam waktu yang singkat, sebagai akibat dari perkembangan teknologi informasi dalam bentuk gawai yang tidak bisa dipisahkan dari kehidupan sehari-hari mereka. Menurut sebuah penelitian di Jepang, 80% informasi bisa langsung diserap oleh mata, oleh karena itu pendekatan Bahasa visual sangat dirasa mampu untuk menjawab permasalahan yang dihadapi.

Solusi dari permasalahan yang sudah dipaparkan pada bab sebelumnya adalah memberikan pelatihan bagi para guru tentang bagaimana memanfaatkan software dan aplikasi yang ada secara maksimal. Masih banyak tenaga pengajar, terutama di SMPK Baptis belum menguasai perangkat lunak Microsfot Office secara maksimal, padahal di dalam-nya terdapat banyak sekali fungsi –fungsi yang bisa digunakan dalam membuat visualisasi materi ajar menjadi lebih baik; dan mudah dintegrasikan ke dalam aplikasi Google Classroom yang digunakan sebagai media pembelajaran daring di SMPK Baptis

Bentuk pengabdian masyarakat dilangsungkan dalam bentuk workshop dan pelatihan langsung pada guru-guru. Pelaksanaan dilakukan di lingkungan sekolah Baptis jalan Wastu Kencana No. 40 pada tanggal. Walaupun dilakukan secara onsite, pelatihan ini dilakukan dengan tetap mentaati protokol kesehatan.

Materi pelatihan adalah pembuatan standar materi ajar dalam menghadapi pembelajaran daring di masa pandemi Covid-19. Software yang digunakan adalah Ms-Power Point 2010 [standar minimal], aplikasi Google Classroom dan video editor, OBS Studio yang bisa diunduh secara gratis oleh guru-guru.

Karena pelatihan dilakukan dengan mentaati protocol kesehatan, maka materi awal disampaikan dalam bentuk video dan dibagikan melalui WA Group yang dimiliki oleh guru-guru SMPK Baptis, sehingga pelatihan secara onsite bisa dilakukan dengan mempersingkat waktu. Pelatihan dilakukan dari pukul 09:00 -11:30 WIB. Adapun materi yang dibagikan melalui video adalah pembuatan presentasi Video Pembelajaran menggunakan OBS Studio

Selain materi dalam bentuk video, tim Pengabdian masyarakat juga membuat modul materi tutorial pembuatan konten video pembelajaran menggunakan OBS studio dalam bentuk softcopy yang juga dibagikan secara daring melalui Whatsapp Group. Modul materi dibuat dalam format PDF sehingga mudah disimpan di dalam ponsel dan gawai milik para guru agar mudah untuk dibuka kembali apabila memerlukan.

Secara umum pelatihan ini berlangsung dengan lancar dan sangat baik, terutama karena para guru di civitas akademik SMPK Baptis sering menerima program pelatihan semacam ini sebagai masyarakat sasar tim Pengabdian Masyarakat dari program studi Desain Komunikasi Visual.
Karena penerapan protokol kesehatan di masa pandemi, mengakibatkan waktu untuk pelatihan ini tidak bisa dilangsungkan dengan durasi waktu yang cukup panjang, sehingga membuat para guru merasa bahwa pelatihan ini masih kurang, dan mengharapkan keberlanjutan dari pelatihan in dengan materi yang sama; terutama sekali dalam mempersiapkan materi ajar dalam pembelajaran secara daring di masa pandemic seperti sekarang ini

Pelatihan Pembuatan Brand Communication Untuk Musisi Binaan Komunitas Musisi Mengaji

Pada tanggal 7 juni 2021 , tim dosen desain komunikai visual konsentrasi advertising melaksakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat berbentuk pelatihan. Pada pelatihan ini  tim Dosen DKV menyampaikan materi pelatihan secara daring malalui konsep podcast yang disiarkan langsung melalui akun youtube resmi rumah komuji. Pada pelatihan ini juga  tim dosen menyampaikan materi mengenai pentingnya identitas visual bagi para musisi baik dalam bentuk logo maupun identitas lainnya dalam mendukung positioning para musisi tersebut.

Dalam penyampaian materinya, tim dosen menyampaikan mengenai branding secara umum dan positioning yang dapat mendukung para musisi dalam menyampaikan image yang akan di bangun kepada para penggemarnya. Pada kegiatan ini, tim dosen juga menyampaikan aspek apa saja yang harus diperhatikan dalam merancang identitas visual dengan mengacu pada teori perancangan logo yang disampaikan oleh Surianto Rustan, dimana logo pada dasarnya merupakan suatu identitas visual yang dapat berupa elemen gambar atau symbol (2013; 12) . Pada kegiatan tersebut juga dipaparkan bahwa identitas visual bagi para musisi merupakan bagian dari merek diri (personal branding) para musisi tersebut. 

Pelatihan Pembuatan Digital Content Creative Untuk Komunitas Musisi Mengaji (Komuji), Bandung

Video ini berisi ringkasan presentasi dosen DKV peminatan Advertising a/n dosen Sonson Nurusholih dan M. Hidayatulloh dalam kegiatan Pengabdian Masyarakat yang dilakukan pada tanggal 7 Juni 2021. Adapun pengabdian yang di laksanakan berupa sharing mengenai bagaimana membuat konten marketing untuk meningkatkan awarenes dari pasa musisi Untuk Musisi Binaan Komunitas Musisi Mengaji  di Rumah Komuji Jl. Cilaki No.33 Bandung, Jawa Barat.

Apa itu content marketing, dimana secara ringkas content marketing adalah strategi pemasaran dimana kita merencanakan, membuat, dan mendistribusikan konten yang mampu menarik audiens yang tepat sasaran, kemudian mendorong mereka menjadi kustomer. Dalam konteks aktifitas musisi, konten marketing yang dibuat musisi lebih kepada mengenalkan musisi tersebut kepada klalayak sasar.

Selanjutnya dipaparkan juga bagaimana melalui content marketing yang menarik, akan terbangun engagement atau keterikatan antara brand (musisi) dan pelanggan (pendengar). Selain memberikan informasi mengenai musisi dan karya-karyanya, musisi juga bisa lebih banyak melibatkan pengunjung agar mereka merasa menjadi bagian dari musisi tersebut atau genre lagu yang dimiliki musisi

Dan sesi berikutnya dilakukan tanya jawab mengenai bagaimana musisi harus bisa membangun brand awareness-nya melalui konten-konten yang menarik di media sosial. Terakhir diadakan sesi foto bersama dengan pengelola serta musisi yang ada di Komunitas Musisi Mengaji (Komuji Bandung).

Peningkatan Kompetensi Manajemen Pasraman Widya Dharma Bandung Melalui Pelatihan Website

Meningkatkan kompetensi profesional pengelola Pasraman Widya Dharma Bandung sangat penting dilakukan di era globalisasi ini. Sehingga dipandang perlu adanya suatu program pemberdayaan mitra melalui pelatihan website. Website merupakan suatu media informasi yang mudah diakses dan sangat tepat untuk media publikasi dan informasi lembaga pendidikan non formal seperti Pasraman.  Pemberdayaan ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi professional staft dan administrator dalam memberikan pelayanan dan fasilitas Pasraman pada masyarakat Hindu yang ada di Bandung. Pendekatan dalam melaksanakan pemberdayaan menggunakan metode “servive learning”, hal ini  digunakan untuk mengoptimalkan potensi-potensi yang dimiliki masyarakat mitra. Focus pemberdayaan ini adalah pelatihan dan pendampingan terkait dengan peningkatan kompetensi profesional pengurus/manajeman Pasraman Widya Dharma yang ada di Bandung. Hasil pemberdayaan menunjukkan bahwa kompetensi professional pengelola Pasraman mengalami peningkatan secara signifikan melalui kegiatan pelatihan website yang sudah dilakukan. Pemberdayaan untuk pengelola Pasraman perlu senantiasa dilaksanakan secara berkesinambungan dan terprogram.

            Adapun tim PKM yang terlibat dalam kegiatan ini terdiri dari tiga orang dosen DKV-FIK Telkom University yaitu, I Dewa Alit Dwija Putra, I Gusti Agung Rangga Lawe, Ganjar Gumilar serta mahasiswa pendamping: Nurvilio Maulana dan Bayu Dwi Munandar. Sedangkan dari pihak Pasraman Widya Dharma diwakili oleh kepala sekolah; Ibu Desak Gede Sri Andayani. Kegiatan dilaksanakan pada tanggal 1 Mei 2021 secara daring, mengingat wabah covid-19 masih melanda.  

Gambar 1. Bangunan Sekolah Pasraman Widya Dharma Ujung Berung Bandung.
Gambar 2. Perancangan dan pelatihan Website secara daring

Pelatihan Audiografi di UMKM Kopi Puntang Wangi untuk meningkatkan kualitas promosi

Pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat ini merupakan kegiatan pada tanggal 06 April 2021. Kegiatan ini dilaksanakan dengan memberikan pelatihan bagi para pengelola UMKM Kopi Puntang Wangi yang berada di bawah Lembaga Masyarakat Daerah Hutan Bukit Amanah. Pelaku tersebut merupakan bagian dari kelompok koperasi di bawah binaan Pertamina dan Dinas Pertanian Pemerintah Kabupaten Bandung. Masalah utama yang mereka hadapi yaitu kurangnya pengetahuan serta koneksi jaringan internet untuk mempublikasikan produk yang mereka olah, dan tentunya belum adanya pelatihan mengenai konten pemasaran pada media video. Tim Abdimas yang terdiri dari Ardy Aprilian Anwar sebagai ketua dan Anggar Erdhina Adi serta Muhammad Iskandar sebagai anggota, fokus pada teknik pengolahan audio, khususnya pada kombinasi antara musik dengan suara narator. Diperlukan keahlian khusus untuk membuat kedua bunyi tersebut terdengar selaras, harmonis, dan tidak saling bertabrakan. Tujuan diadakan pelatihan ini adalah agar konten-konten yang selama ini mereka buat menjadi konten yang memiliki kualitas audio yang lebih baik. Konten sosial media dengan bobot informasi yang baik ditambah dengan kualitas audio yang mendukung akan meningkatkan ketertarikan “konsumen”-nya dalam memperoleh dan menyerap informasi. Dengan ketertarikan tersebut, diharapkan dapat meningkatkan kualitas promosi produk Kopi Puntang Wangi.

Desa Cimaung terletak di Kabupaten Bandung wilayah Selatan 40374, Jawa Barat. Kawasan tersebut menjadi desa wisata agrikultur sejak abad 20 setelah pada satu abad 19 dikelola oleh colonial Belanda menjadi lahan agribisnis. Lokasi masyarakat sasar terletak di Desa Campakamulya, Kecamatan Cimaung, antara kota Bandung (sebelah Utara), Pantai Selatan (Selatan), Ciwidey (Barat), dan Gunung Guntur (Timur). Letaknya persis di Gunung Puntang, tempat puing-puing bangunan bersejarah berada, yaitu Stasiun Radio Malabar.

Masyarakat di sekitar gunung Puntang memiliki tingkat ekonomi menengah ke bawah. Sebagian besar kepala keluarga bermatapencaharian sebagai petani. Kawasan ini memiliki potensi agrikultur sejak zaman kolonialisme. Namun menurut Abah Onil (ketua LMDH Bukit Amanah) pada pertemuan dengan Dinas Kemitraan (23 April 2021), paradigma berpikir masyarakat tentang pentingnya Pendidikan masih rendah, sehingga saat ini, rata-rata Pendidikan tertinggi yang dicapai adalah SMP. Hal tersebut membuat kualitas SDM tidak tidak siap kerja dan hanya mengandalkan penghasilan dari penjualan hasil alam. Tempat diadakan pelatihan sudah mendapat akses listrik, namun minim sinyal handphone sehingga persiapan software dilakukan sebelum berangkat ke tempat pelatihan. Hingga saat tim abdimas melaksanakan pelatihan, UMKM Kopi Puntang Wangi sudah bermitra dengan Pertamina dan Dinas Pertanian Kabupaten Bandung. Mereka sudah memfasilitasi kelompok masyarakat UMKM dengan peralatan pengolahan kopi, agar lebih mandiri dan tidak mengandalkan pihak pengolah.

Masalah yang mereka alami hingga saat ini adalah akses internet yang dapat digunakan untuk melebarkan sayap dari segi produk kopi, maupun produk wisata. Tim abdimas melihat banyak sekali peluang dan potensi pemberdayaan masyarakat. Menurut Pa Aa, sebagai koordinator UMKM, mereka telah mendapatkan pelatihan pengolahan budidaya kopi hingga menyeduhnya dalam gelas. Namun hal tersebut akan lebih bermanfaat jika mereka mampu melakukan penjualan tidak hanya ketika ada wisatawan berkunjung. Setelah merumuskan dan diskusi, tim abdimas memutuskan untuk memberi pelatihan yang relevan dengan latar keilmuan Desain Komunikasi Visual, yaitu pelatihan fotografi, videografi, dan audiografi. Setelah pengetahuan-pengetahuan dan teknis pengerjaan pada multimedia audio visual, mereka akan memiliki konten untuk dipasang pada akun-akun digital pemasaran produk ataupun jasa wisata.

Solusi yang akan ditawarkan berupa pemberian informasi dan pengetahuan tentang musik terapan dalam konteks videografi dalam bentuk pelatihan singkat. Pelatihan tersebut menggunakan peralatan-peralatan dalam bentuk software sebagai perangkat utama yang mereka gunakan juga untuk mengolah data mentah video, serta dalam bentuk hardware berupa mikrofon clip on untuk merekam narasi. Pelatihan yang diselenggarakan bertujuan untuk memberikan pemahaman-pemahaman dasar tentang pengolahan audio (dialog, musik, dan sound effects) dalam pengkaryaan yang mereka olah dan nantinya digunakan untuk promosi produk dan wisata. Hasil dari pelatihan berupa video desain sendiri dengan etika penulisan credit title Ketika menggunakan musik dari outsource. Hal tersebut berkaitan dengan pemahaman tentang mood yang terkandung dari musik agar walaupun mereka menggunakan outsource tapi tidak terkesan asal “musik kekinian”, “keren”, dan “canggih”. Hal ini dilakukan dalam upaya menghindari mereka dari hal-hal yang bersifat hukum hak cipta hingga tuntutan dari yang bersangkutan (pemilik audio/musik).

Kegiatan pengabdian dimulai dengan pemaparan terlebih dahulu, lalu diakhiri dengan workshop agar apa yang disampaikan dapat dipraktikkan saat itu juga. Hasil dari pelaksanaan pengabdian menjadi tolak ukur apakah pengabdian dapat dilanjutkan ke tahap pengabdian berikutnya atau tidak. Mitra diundang dalam pengabdian ini melalui komunikasi verbal. Masyarakat sasar yang datang mencapai 16 orang. Masyarakat mitra hanya menggunakan 1 buah komputer hibah yang tersedia di tempat pelatihan. Mereka akan diberikan pengetahuan secara lisan. Peran serta para anggota komunitas Lensa Pangalengan cukup antusias. Hal tersebut dapat dilihat ketika workshop, dimana tim memberikan waktu kepada mereka untuk secara bebas mengambil gambar berupa stock shoot di area sekitar pelatihan. Setelah itu, mereka memasukan data video untuk kemudian diberi arahan editing audio visual perkelompok secara bergiliran. Berikut ini beberapa lampiran pelaporan selama kegiatan berlangsung.

Ketua LMDH, Deni Sopian Dimyati beserta jajarannya menyampaikan bahwa jenis pengabdian seperti ini sudah beberapa kali dilakukan oleh pihak-pihak tertentu. Namun sayangnya, kegiatan tersebut hanya berjalan saat itu saja. Sedangkan pengarahan dan bimbingan setelahnya tidak ada. Dari penyampaian tersebut, mereka mengharapkan kami melakukan pembinaan dan pendampingan intens kepada peserta-peserta yang mendapat pelatihan. Namun kami tidak memberikan janji, karena berbenturan dengan Tri Dharma lain seperti pengajaran dan penelitian, serta anggaran.

Program lanjutan yang sudah didiskusikan dengan masyarakat sasar adalah pembuatan konten promosi berupa video yang menceritakan perjalanan kopi dari penanaman hingga penyeduhan. Selain itu, kami berdampingan dengan tim yang memberikan pelatihan di bidang fotografi produk yang bertujuan sama, yaitu konten promosi produk. Dan ditambahkan dengan pelatihan fotografi untuk dokumentasi. Karena kebetulan pada periode berikutnya bertepatan dengan masa panen raya kopi.

Perancangan Infografis Tentang Peluang Bisnis Digital Terkait Dampak Covid 19 Untuk Komunitas Musik Kelas Mocca di Kota Bandung

Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) ini merupakan Kegiatan dosen dan mahasiwa Program Studi Desain Komunikasi Visual – Fakutas Industri Kreatif Universitas Telkom untuk memberikan kontribusi berupa “Perancangan Infografis Tentang Peluang Bisnis Digital Terkait Dampak Covid 19 Untuk Komunitas Musik Kelas Mocca di Kota Bandung”.

Tim dosen pengabdian masyarakat

Dalam kegiatan ini tim (PKM) memberikan solusi media informasi berupa Infografis. Bentuk kegiatannya dilakukan dengan cara memberikan solusi media informasi berupa Infografis Peluang Bisnis Digital Terkait Dampak Covid 19 Untuk Komunitas Musik Kelas Mocca di Kota Bandung. Kegiatan ini merupakan pengembangan dari mata kuliah Studio Grafis 2 yang terdapat pada kurikulum Desain Komunikasi Visual pada peminatan Desain Grafis, dan termasuk dalam ranah keilmuan Desain Komunikasi Visual khususnya bidang kreatif.

Masyarakat sasar dari pengabdian masyarakat ini adalah Komunitas Musik Kelas Mocca di Kota Bandung yang berjumlah sekitar 30 orang. Tujuannya adalah supaya komunitas musik kelas Mocca khususnya, dan komunitas musik lainnya diharapkan masih bisa berkreasi di masa pandemi ini. Kelas Mocca adalah bagian dari Swinging Friends, yakni komunitas penggemar karya band Mocca. Sejak Juli 2014, Kelas Mocca aktif bermain musik bersama secara ansambel dengan menggubah lagu-lagu Mocca. Waktu pelaksanaan PKM ini  pada tanggal 2 Juni 2020 bertempat  di Pondok Mulya Melatiwangi Blok S-18 Desa Melatiwangi Kec. Cilengkrang Kab. Bandung 40618.

Karya infografis yang dihasilkan

Pelatihan Menggambar kartun Digital Di Kalangan Ibu Guru PAUD Asy Shyfa Dengan Media Adobe Ilustrator

Sumber: Zaini Ramdhan

Bale Endah adalah salah satu desa  yang ada di Kabupaten Bandung, Provinsi Jawa Barat. Banyak sekolah-sekolah berbasis PAUD yang di dalamnya juga mereka mendidik puluhan anak-anak yang belajar di sekolah PAUD. Dalam Permasalahan kompetensi gurunya terkadang masih kurang dalam hal kecakapan dalam media informasi yang memang sekarang sudah harus dikuasai oleh para guru di era milenial.   Kegiatan Pelatihan tentang bagaimana menggambar Digital memakai teknologi Informasi di era sekarang memang sudah merupakan keharusan yang harus di milki keahlihan dari guru selain mengajar. Karena guru sekarang harus kreatif dalam menyajikan alat pengajaran buat anak didiknya di kelas atau di ruang virtual.  Yang menjadi sasaran atau mitra adalah para ibu Guru PAUD yang menjadi mitra sasar dengan alasan bahwa ibu-ibu guru paling rentan terkena dampak  apalagi dengan kondisi work from home, dan PSBB, menjadikan guru harus berfikir lebih keras bagaimana pengajaran bias disajikan dari jarak jauh.Program pelatihan bagi guru Paud dengan program pelatihan menggambar digital melalui teknologi informasi.  Program pemerintah untuk melawan Covid 19, dan bisa bekerja dari rumah (WFH) merupakan saat yang tepat untuk memberikan pelatihan kepada para guru dengan program Video meeting atau pelatihan dengan jarak jauh (PJJ). Adapun mitra sasar adalah para guru muda yang ada di daerah kabupaten Bandung terutama guru Paud yang tergabung dalam Asy Shyfa.

Gambar 1: Pemaparan Materi Secara Daring

Permasalahan prioritas mitra lebih pada kurangnya informasi  yang berhubugan dengan pembatasan social (new normal pandemic era) dengan media informatif dan digital media informasi (TIK), dari permasalahan tersebut kami mengangkat sebagian masyarakat terutama guru Paud di daerah Kab. Bandung yaitu kecamatan Bale Endah, dimana para Guru yang sering berhubungan dengan anak usia dini untuk lebih diberi pengetahuan yang lebih bagaimana menangani materi gambar untuk anak yang bisa dibuat di media informasi berupa aplikasi software yang bisa membantu para guru Paud dalam mempersiapkan materi belajar buat anak-anak secara cepat.

Gambar 2 : Poster kegiatan

Solusi yang ditawarkan disesuaikan dengan permasalahan pokok yang dihadapi oleh para guru Paud adalah mengedukasi para Guru melalui media informasi  dengan materi Adobe Ilustrator Basic.  Luaran berupa materi presentasi tentang konten yang dibuat kedalam  modul, pengetahuan tentang bagaimana ranah kerja software dan pengetahuan tentang keilmuan DKV dalam bidang Visual.

Pelatihan Copywriting Untuk Promosi New Normal Pasca Covid-19 Produk UMKM Untuk Mahasiswa STFI

Sesuai dengan salah satu butir dari Tri Dharma perguruan tinggi yaitu dosen berkewajiban untuk melaksanakan kegiatan pengabdian masyarakat selain mengajar dan meneliti. Maka dari itu, laporan akhir ini disusun dan dibuat untuk susulan kegiatan para pengajar serta mahasiswa Program Studi Desain Komunikasi Visual – Fakultas Industri Kreatif Universitas Telkom melaksanakan salah satu butir Tri Dharma perguruan tinggi yaitu kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Adapun ringkasan kegiatan yang telah dilaksanakan adalah dalam membantu mengembangkan promosi produk UMK Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) Desa Pasir Salam Tasikmalaya yang bekerjasama dengan Sekolah Tinggi Farmasi Indonesia (STFI-Bandung).

Adapun bentuk kegiatan dari program ini adalah, memberikan pelatihan dasar mengenai copywriting dan manfaatnya dalam promosi bagi kelompok mahasiswa di Sekolah Tinggi Farmasi Indonesia (STFI-Bandung). Tujuannya, setelah mengikuti pelatihan ini, para mahasiswa STFI Bandung ini mampu membuat copywriting produk dari UMK Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) Desa Pasir Salam Tasikmalaya yang digunakan sebagai media promosi.

Kegiatan yang telah dilaksanakan ini diharapkan dapat memberikan sumbangsih keilmuan khususnya program studi Desain Komunikasi Visual untuk masyarakat umum, kemudian juga untuk membantu mengembangkan potensi dari mahasiswa STFI Bandung melalui kegiatan pelatihan. Manfaat dari kegiatan ini antara lain, setelah mengikuti pelatihan ini, para mahasiswa STFI Bandung ini diharapkan mempunyai kemampuan dasar dalam merancang copywriting. Selain itu telah diberikan wawasan berpromosi dengan naskah iklan, diharapkan juga ada manfaat lebih dari sekedar mengikuti pelatihan, yaitu kegiatan mahasiswa dalam menjual produk UMK dapat bernilai ekonomi bagi mitra sasar dari produksi UMK yaitu masyarakat anggota Badan Usaha Milik Desa Pasir Salam Tasikmalaya.

Terkait dengan permasalahan yang ada di masyarakat sasar yang akan di tuju, pada awalnya bentuk solusi yang akan diberikan adalah dalam bentuk pelatihan, dimana tim Pengabdian Masyarakat yaitu dosen Prodi Desain Komunikasi Visual Universitas Telkom akan memberikan materi dalam bentuk pelatihan dan praktek ketrampilan merancang copywriting untuk produk-produk UMK kepada mahasiswa STFI. Akan tetapi berhubung dengan masa pandemi yang terjadi sejak bulan Februari 2020, maka bentuk pelatihan di Desa (Bumdes) Desa Pasir Salam Kec. Mangunreja, Tasikmalaya diubah menjadi pelatihan merancang copywriting secara daring kepada mahasiswa STFI melalui platform digital (Zoom). Meskipun terjadi beberapa perubahan bentuk kegiatan, namun harapannya adalah, ilmu yang telah diberikan tetap bisa dipergunakan untuk mengembangkan produk UMKM yang sudah dibuat secara maksimal dan berdampak dengan tumbuhnya ekonomi di Desa (Bumdes) Desa Pasir Salam Kec. Mangunreja, Tasikmalaya.

Sesuai dengan perubahan rencana kegiatan yang telah dilakukan, maka pelatihan mahasiswa yang awalnya berbentuk tatap muka langsung diubah menjadi pelatihan secara daring setelah dilakukan koordinasi dengan pihak STFI. Mahasiswa yang menjadi peserta dalam pelatihan ini menghadiri kegiatan tersebut dari kediaman masing-masing. Sehingga protocol Kesehatan tetap dilakukan untuk menghindari resiko-resiko Kesehatan yang mungkin akan muncul. Pada hari yang sudah ditentukan, tim dosen telah diundang melalui platform Zoom dan langsung memberikan pelatihan sesuai dengan jadwal yang sudah ditentukan. Setelah kegiatan selesai maka selanjutanya diadakan evaluasi dan pelaporan kegiatan.

Mitra dalam pelaksanaan program abdimas ini adalah Pengelolaan Binaan Mitra Binaan Sekolah Tinggi Farmasi Indonesia dengan Bapak Syarif Hamdani, M.Si (Pengelola Mitra Binaan Sekolah Tinggi Farmasi Indonesia) sebagai kontak untuk semua kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini. Partisipasi dari mitra ini adalah menyediakan sarana/ tempat untuk kegiatan dan juga peserta pelatihan perancangan copywriting UMKM ini merupakan mahasiswa-mahasiswa STFI yang aktif dalam mengelola produk yang telah dibuat, termasuk aktivitas promosinya

 

Pelatihan Packaging Konsep New Normal Pasca Covid-19 Produk UMKM Untuk Mahasiswa STFI Bandung

Pada tanggal 10 september 2020, tim dosen Desain Komunikasi Visual dari Kelompok Keahlian MEDCRAFT, melakukan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat kepada para mahasiswa Sekolah Tinggi Farmasi Indonesia (STFI) Bandung melalui teleconference zoom meeting.

Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat ini merupakan kegiatan yang wajib dilakukan oleh dosen sebagai bagian dari tridharma perguruan tinggi dalam memberikan sumbangsih keilmuan khususnya program studi Desain Komunikasi Visual untuk masyarakat umum.  

Adapun ringkasan dari kegiatan ini ialah memberikan bekal pengetahuan kepada para mahasiswa STFI Bandung mengenai proses merancang kemasan dan aspek apa saja yang harus diperhatikan dalam merancang suatu kemasan. Selain dari itu, pada acara ini juga dilakukan sesi tanya jawab antara tim dosen dengan mahasiswa STFI terkait desain kemasan yang telah dibuat oleh para mahasiswa sebelumnya

Manfaat dari kegiatan ini ialah, diharapkan dapat menambah pengetahuan para mahasiswa STFI Bandung terkait desain kemasan yang akan diaplikasikan pada proses KKN.

 

Perancangan Identitas Visual dan Implementasinya pada Kemasan UKM Kopi Mitra Komunitas Ambeu Preanger di Pangalengan

Artikel blog ini dibuat berdasarkan Focus Group Discussion yang diadakan secara Daring pada tanggal 4 Desember 2020 antara pengajar dari DKV Fakultas Industri Kreatif Telkom University.

Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (Abdimas) yang dilakukan oleh Pengajar DKV Fakultas Industri Kreatif Telkom University ini merupakan kegiatan Abdimas lanjutan dari kegiatan Abdimas pada periode sebelumnya, yakni: Perancangan Logo dan Implementasinya pada Kemasan Untuk Komunitas Petani Ambeu di Pangalengan.

Masyarakan binaan di Komunitas Ambeu Preanger Pangalengan memiliki hasil produksi berupa komoditas kopi yang mempunyai potensi nilai jual yang tinggi di kecamatan Pangalengan. Tiap mitra ini mempunyai identitas sendiri, beserta pengaplikasiannya dalam kemasannya, tetapi belum memperhatikan kaidah perancangan yang sesuai dengan pakem perancangan identitas visual dan kemasan yang baik. Adapun mitra yang dimaksud adalah: GHOZ Coffee, RKP – Rumah Kopi Pangalengan, serta Oeching Salapan.

 

Salah satu permasalahan yang dialami oleh masyarakat binaan adalah kurang menariknya identitas visual dan implementasinya dalam kemasan produk yang sudah beredar. Dengan adanya identitas visual dan bentuk kemasan baru yang ditawarkan melalui perancangan ulang tersebut, para pebisnis kopi tersebut akan menyadari bahwa kemasan dapat menjadi penambah nilai jual dan value bagi produk yang mereka jual. Pada program pengabdian masyarakat ini, luaran yang akan dihasilkan adalah publikasi umum dan juga kegiatan perancangan identitas visual serta implementasinya dalam kemasan untuk kemasan para mitra pebisnis kopi Komunitas Ambeu Preanger Pangalengan.

 

Program pengabdian masyarakat ini ditekankan pada optimalisasi pembentukan citra melalui identitas visual dan kemasan yang dimiliki oleh GHOZ Coffee, Rumah Kopi Pangalengan, serta Oeching Salapan. Pemahaman dan kemampuan para anggota dan mitra komunitas akan ditekankan pada partisipasi aktif mereka dalam diskusi pembentukan logo.