Strategi Kreatif dalam Memaksimalkan Aktivitas Promosi Lembaga Bahasa Bolasugi Selama Era New Normal

Maharani Budi & Erica Albertina

Sudah hampir dua tahun, pandemi Covid19 masih dilihat sebagai sebuah pukulan telak yang merubah cara hidup masyarakat dunia. Era New Normal merupakan momentum perubahan yang memaksa manusia beradaptasi sekaligus berdampingan dengan virus penyakit mematikan ini. Akan tetapi dengan kebiasaan baru ini, juga tak pelak membuat para pelaku industri memutar otak bagaimana cara mempertahankan bisnis dan usahanya. Hal ini tidak terkecuali berlaku bagi pengelola Lembaga Bahasa asing seperti Bolasugi di Makassar.

Di awal tahun 2020, ketika semua orang menjadi sangat panik dan khawatir mengenai kesehatan mereka – belajar bahasa asing mungkin menjadi hal terakhir untuk dipikirkan. Sekolah maupun instansi pendidikan menjadi sepi peminat, karena fokus utama global saat itu adalah mengendalikan penyebaran virus. Maka dari itu, sangat bisa dipahami bahwa Lembaga Bahasa Bolasugi juga mengalami kesulitan dalam mempromosikan jasanya. Akan tetapi, dari bulan ke bulan dan pembiasaan-pembiasaan baru mulai terbentuk, dimana masyarakat lebih banyak menghabiskan waktu beraktivitas di rumah, menyebabkan tumbuhnya hobi baru disertai minat belajar terhadap informasi yang luas.

Gbr 1 Tempo.co, Utama 2021

Dilansir dari beberapa sumber ternama seperti Tempo dan BBC News Indonesia (2021), generasi yang lebih muda seperti Z dan Alpha cenderung lebih berminat untuk mempelajari kemampuan berbahasa asing seperti Inggris dan Korea selama pandemi. Hal ini dipercaya merupakan efek positif dari produk-produk budaya popular seperti film, musik, dan game. Mereka yang mencari cara agar mengurangi rasa jenuh tinggal di rumah, melakukan kegiatan yang menyenangkan seperti binge watching di platform online seperti Netflix; bermain game bersama, atau bahkan memanfaatkan aplikasi smartphone dan fitur di internet untuk menambah jaringan pertemanan (termasuk teman dari luar negeri).  

Dengan alasan tersebut, judul diatas kami ajukan menjadi topik sentral penyelenggaraan kegiatan Abdi Masyarakat (Abdimas) pada 2021-2, yakni: Merancang Strategi Kreatif dalam memaksimalkan aktivitas promosi di Era New Normal. Namun, sedikit berbeda dengan rencana awal yakni melaksanakan Abdimas melalui mode daring – tim dosen rupanya memperoleh kesempatan untuk melaksanakan abdimas secara langsung pada tanggal 18 November 2021.

Sekilas tentang Bolasugi Sekolah Bahasa Bolasugi adalah sekolah Bahasa yang terletak di Makassar yang menawarkan beberapa program Bahasa asing termasuk Bahasa Indonesia, Bahas Inggris, Mandarin, Korea dan sebagainya. Namun tidak seperti Lembaga Bahasa lainnya, Bolasugi telah memiliki karakter tersendiri dimana program-programnya berorientasi pada pengembangan kemampuan Bahasa asing yang ditarik pada eksplorasi akar budaya dan sejarah di daerah Sulawesi Selatan. Peserta kursus Sekolah Bahasa Bolasugi juga tidak terbatas pada masyarakat lokal, namun diikuti pula oleh keluarga para ekpatriat yang sedang bekerja/berdomisili di Makassar yang ingin mempelajari kearifan lokal melalui komunikasi verbal. Sehingga potensi inilah yang dinilai dapat menjadi prospek yang amat baik bagi industri kreatif di sekitarnya melalui kegiatan pelatihan dan sosialisasi advertising.

Gbr 2: Tampilan Sekolah Bahasa Bolasugi & Profil
Sumber: website resmi Sekolah Bahasa Bolasugi

Selain kelas-kelas Bahasa yang dilakukan di dalam ruangan bangunan Sekolah Bahasa Bolasugi, program lain yang rutin dilakukan sebelum pandemi adalah cultural exchange bersama pelaku-pelaku budaya yang berasal baik dari kota Makassar maupun dari luar pulau Sulawesi. Dalam salah satu rubrik Bolasugi bahkan mengadakan kunjungan ke tempat-tempat wisata alam dan sejarah yang tersebar di Sulawesi Selatan, sehingga memungkinkan para peserta kursus untuk menyelami lebih dalam serba-serbi kehidupan sosial maupun budaya masyarakat sekitar.

Masalah Mitra

Hasil diskusi dosen Universitas Telkom dengan Direktur Sekolah Bahasa Bolasugi, Nurlaela Jum, bahwa selama masa pandemi hingga diberlakukannya kenormalan baru, terjadi penurunan jumlah siswa maupun pendaftar kursus bahasa. Hal ini disinyalir karena pembatasan sosial dilakukan secara serempak, sementara pengajaran Bahasa yang dilakukan lebih banyak dilakukan di dalam ruang kelas Sekolah Bahasa tersebut. Jika dibiarkan secara terus menerus, maka Sekolah Bahasa Bolasugi akan mengalami kesulitan yang besar untuk mempertahankan jumlah karyawannya. Maka dari itu Sekolah Bahasa Bolasugi mencoba menginisiasi untuk melakukan kursus secara privat  dan daring. Bagaimana pun kedua upaya tersebut tidak akan memberikan pengaruh yang maksimal jika tidak didukung dengan aktivitas promosi yang menarik serta lebih persuasif. Padahal program-program lembaga tersebut dinilai sudah cukup baik untuk dikembangkan lebih jauh. Dalam hal ini, bagaimana memberikan pelatihan kepada manajemen Sekolah Bahasa Bolasugi untuk memaksimalkan penyampaian komunikasi secara kreatif maupun peluang-peluang ekonomis yang bisa dijangkau selama new normal ini. Dari hasil analisis perangkat promosi yang dimiliki oleh Sekolah Bahasa Bolasugi, terdapat banyak poin-poin penting yang dapat dieksplorasi lebih jauh dengan memanfaatkan bidang keilmuan yang dimiliki oleh kedua dosen pelaksana kegiatan abdimas ini. Khususnya pada bagian “berbasis pada kearifan lokal” sebagai Unique Selling Proposition yang menjadi faktor yang signifikan dalam proses perancangan strategi promosi (destination branding maupun promoting heritage) sekaligus menjadi studi kasus yang bermanfaat di masa yang akan datang.

Gbr 4: Tur Bahasa Asing ke Destinasi Wisata dan Program Cultural Exchange sebelum Pandemi
Sumber: Akun Youtube dan Website Resmi Rumah Bahasa Bolasugi, 2021

Pada pelatihan tersebut, topik yang dibahas secara lebih rinci lebih banyak mencakup hal-hal dasar yang berhubungan dengan persiapan perancangan strategi kreatif berupa visual, copywriting, hingga media. Apalagi dengan melihat fakta bahwa Rumah Bahasa Bolasugi telah memanfaatkan banyak jenis media digital dalam menjangkau target sasarnya. Dengan adanya pelatihan ini, manajemen Bolasugi kelak dapat mengimplementasikan teori-teori periklanan dalam aktivitas promosinya

Hasil dari kegiatan abdimas ini cukup berhasil dinilai dari antusiasme peserta yang sangat besar. Peserta yang terdiri tidak hanya karyawan Lembaga Bahasa Bolasugi, namun juga beberapa penggiat usaha UMKM hingga pegawai Dinas Sosial yang mendaftar pada program abdimas ini memiliki tingkat keingintahuan yang tinggi terhadap materi yang dibawakan oleh tim dosen dari Telkom University. Dipandu oleh Wahyuni Usman sebagai moderator yang interaktif, partisipasi inilah yang membuat diskusi menjadi lebih seru. Selain itu, sebagai usahawan—para peserta juga memiliki produk sebagai studi kasus yang dapat dibahas. Bahkan mereka mengaku ingin belajar lebih jauh tentang topik promosi dan strategi kreatif seperti ini.

Pada umumnya, masalah yang dihadapi oleh peserta diskusi adalah memahami keunikan produk dan siapa target sasar yang paling potensial dalam sebuah pangsa pasar yang dinamis seperti di Indonesia. Padahal memahami kedua faktor tersebut dapat membantu usahawan untuk merancang pesan komunikasi yang tepat sehingga menciptakan koneksi antara brand dan konsumen. Selain itu, partisipan juga belum memahami perbedaan antara promosi dan branding, yang mana harus diprioritaskan dalam mencapai tujuan bisnis. Apalagi di masa pandemi seperti ini. Pemilik usaha maupun tim kreatif yang bermaksud mempromosikan produk/jasanya harus bisa memilah-milih mana yang paling penting.

Penasaran? Nantikan ulasan lebih lengkap, akan diupdate pada channel Youtube Bolasugi. Nantikan segera!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *